Sabtu, 23 Desember 2017

Anak penyandang tunadaksa yang sukses
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam pendidikan memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya. Anak dikatakan berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya. Menurut Heward, anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Anak berkebutuhan khusus diantaranya yaitu tunadaksa.
Tunadaksa merupakan suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan bentuk atau hambatan pada tulang, otot, dan sendi dalam fungsinya yang normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, kecelakaan, atau dapat juga disebabkan oleh pembawaan sejak lahir (White House Conference, 1931). Tunadaksa sering juga diartikan sebagai suatu kondisi yang menghambat kegiatan individu sebagai akibat kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot, sehingga mengurangi kapasitas normal individu untuk mengikuti pendidikan dan untuk berdiri sendiri.
Dari berbagai pengertian di atas simpulkan bahwa anak tunadaksa adalah seseorang yang mengalami kerusakan atau kelainan pada tulang, otot, dan sendi dalam fungsinya secara normal sehingga mengakibatkan gangguan pada komunikasi, bersosialisasi, dan berkembang bagi dirinya.
Pada hakekatnya anak dengan cacat fisik dan/ atau mental diberikan kesempatan yang sama dalam hal pendidikan. Anak tersebut mendapatkan hak pendidikan biasa yang dialami anak normal dan juga mendapatkan pendidikan luar biasa, maksudnya pendidikan yang dikhususkan untuk anak dengan cacat fisik dan/ atau mental. Agar bakat dan minatnya tetap dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.







1. Habibie Afsyah


![download (1)](https://assets.babe.news/assets/cache/0/0//gallery/d04861b3a58305f80dc2d39eb13ae84c/2017/10/31/download-1.jpeg)

![images](https://assets.babe.news/assets/cache/0/0//gallery/d04861b3a58305f80dc2d39eb13ae84c/2017/10/31/images.jpeg)
sumber: infoanak

Habibie Afsyah lahir di Jakarta 6 Januari 1988 ini bukanlah penyandang cacat fisik sejak lahir. Namun, penyakit bernama muscular dytrophy lah yang perlahan-lahan merenggut fungsi motorik tubuh Habibie sehingga ia mulai tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Memiliki keterbatasan fisi bukanlah penghalang bagi Habibie Afsyah untuk terus berkarya berkat hobinya bergelut dengan komputer dan internet yang ia lakoni sejak SMP, ia membuktikan bahwa seorang penyandang cacat juga mampu mengumpulkan pundi-pundi secara mandiri. Habibie merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan namun semangat untuk terus dapat hidup mandri selalu ia lakoni, seperti yang pernahia katakan ketika tahun 2007 ia pernah menjadi affiliate di Amazon.com , lalu ia juga pernah mencoba jualan mobil lewat website.
Habibie ini merupakan sosok internet marketing yang sukses, dan dapat menghasilkan uang melalui dunia maya. Awal dirinya mengenal dunia internet ketika ibunya mengajak Habibie mengikuti kursus internet di Singapura. Meski awalnya Habibie menolak, namun akhirnya sang ibu berhasil meyakinkan putra bungsunya untuk belajar marketing dan hidup secara mandiri. Dengan tekun, Habibie terus berusaha hingga nilai komisinya meningkat menjadi US$ 124, US$ 500, US$1.000 dan US$2.000. Penghasilan dari Amazon tersebut kemudian digunakan Habibie untuk mengikuti berbagai kursus lainnya seperti Dokterpim, dan Indonesia Bootcamp. Saat ini Habibie sudah berhasil menerbitkan e-book panduan sukses dari Amazon, membuat situs jual beli properti (rumah101.com) dan menjadi trainer di acara seminar Eprofitmatrix bersama sang guru, Suwandi Chow.
Habibie menuturkan kegiatannya di dunia online internet marketing dilakukannya pada waktu pagi hingga sore hari. Habibie pun tampak menikmati perannya sebagai internet market. Pasalnya pekerjaan yang ia lakoni tidak terikat oleh waktu. ia pun mempromosikan barang baik media sosial maupun toko online.




2. Rob Pyne

![download](https://assets.babe.news/assets/cache/0/0//gallery/d04861b3a58305f80dc2d39eb13ae84c/2017/10/31/download.jpeg)
sumber: infoanak



Keterbatasan fisik bukanlah merupakan suatu penghalang bagi Rob Pyne untuk berkarya di bidang politik Australia. Pria asal Far North, Queensland itu buktinya mampu menjadi tunadaksa pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen di negaranya.
Rob Pyne diambil sumpahnya sebagai anggota parlemen Queensland setelah berhasil memenangkan kursi di wilayah Cairns dengan jumlah swing voter 17%. Ini merupakan jumlah swing voter terbesar yang pernah terjadi di salah satu negara bagaian di Australia.
Sebelum terpilih sebagai anggota parlemen Queensland, Pyne telah membangun profil publik sebagai anggota dewan lokal tapi musuhnya mencoba untuk mempermalukan dirinya dalam kampanye dengan membahas cacatnya.
Tiga hari sebelum pemilu, video anonim muncul secara online, dengan pesan: "Rob Pyne, dia cowok yang baik, tapi ... dia tidak bisa melakukan pekerjaan yang lengkap". Namun Pyne menepis kampanye hitam ini.
  "Saya belajar untuk mengembangkan sikap tidak gampang termakan kritik, karenanya jika Anda hancur hanya karena ada orang yang mengkritik Anda, maka Anda tidak akan bertahan lama di masyarakat," ucap Pyne.
  "Sebelum masuk ke politik orang akan selalu mengatakan betapa indahnya Anda, Anda banyak memberi inspirasi, jadi saya sangat tertarik untuk bekerja di bidang di mana Anda tidak akan dapat melaluinya dengan mudah."
Pyne mengatakan isu-isu disabilitas akan menjadi salah satu perhatian utamanya, dan dia berharap dirinya dapat menginspirasi generasi yang lebih muda.
  "Saya paham saya menjalankan tugas menjadi semacam panutan. Jika ada anak-anak muda di Queensland yang dapat terinspirasi untuk meraih impian mereka karena apa yang saya lakukan, saya lebih dari senang untuk melakukannya."

"Ada masalah masih sekitar akses transportasi, akses ke lokasi dan pendidikan. Jadi mari kita bersihkan rintangan sehingga kita bisa memiliki lebih banyak orang dengan cacat yang sukses di tahun-tahun mendatang."
  Kedatangan Pyne membuat Gedung Parlemen Queensland yang berusia 150 tahun berbenah. Berbagai renovasi pun dilakuan agar dirinya bisa masuk.
Bendahara Parlemen Neil Laurie mengatakan, perubahan yang paling utama adalah menghilangkan dua kursi dan meja mereka dalam ruang parlemen. Hal itu untuk menciptakan sebuah ruang khusus yang memungkinkan Pyne memutar rodanya ke dalam.
Namun sejauh ini galeri publik masih menjadi salah satu daerah yang paling sulit diakses oleh Pyne, karena curam dan lorongnya sempit.